Jumat, 19 Desember 2014

Tepung Kayu, Dari Limbah Jadi Berkah

Tepung Kayu, dari limbah bisa dijadikan beragam produk Berbagai produk industri dan konsumen dapat diturunkan dari berbagai limbah kayu biasa. Mereka memiliki aplikasi dalam produk kayu komposit, sebagai pengisi dalam plastik dan perekat, dan sejumlah produk industri dan konsumen lainnya. Limbah kayu sering yang dibakar (dibakar), fermentasi (untuk membuat metana atau alkohol) atau digunakan dalam bioreaktor (untuk membuat karbon dan hidrogen) untuk produksi energi, bahan bakar atau bahan kimia industri.
Salah satu produk dari limbah penggergajian kayu adalah “tepung kayu”. CV Delima Mas  menyediakan tepung kayu dengan kualifikasi mesh 80 kualitas ekspor untuk kebutuhan anda. Silahkan kontak kami di halaman ini untuk informasi lebih lanjut.



Sehubungan dengan produksi energi, industri hasil hutan mengkonsumsi 85 persen dari semua limbah kayu yang digunakan untuk produksi energi di Amerika Serikat. Penggunaan luas dari sumber daya biomassa akan langsung menguntungkan banyak perusahaan hasil hutan yang pertumbuhannya menghasilkan residu lebih dari yang mereka gunakan secara internal. Ini kelebihan bahan memiliki potensi untuk menjadi dasar bagi usaha mendukung ekspansi ke produk komposit-bahan manufaktur dan skema pemanfaatan co-produk serupa nilai tambah. Sebagian besar produksi listrik dari biomassa yang dikonsumsi di tempat, dengan beberapa produsen menjual kelebihan daya ke dalam grid publik. Secara keseluruhan, 70 persen atau lebih dari daya limbah kayu adalah co-dihasilkan dengan panas proses industri.

Berbagai dampak sosial akibat dari penggunaan biomassa untuk pembangkit listrik. Kekuatan pasar berubah bagaimana industri listrik AS fundamental beroperasi. Limbah kayu dan biomassa pertanian, tenaga angin, limbah kota dan sejumlah bahan baku lainnya membentuk kembali bagaimana listrik diproduksi, didistribusikan, dibeli dan dijual. Daya pemasar dipaksa untuk menawarkan listrik ramah lingkungan, termasuk bio-kekuatan yang, setidaknya sebagian, co-dihasilkan dari pembakaran halaman perkotaan dan limbah kayu konstruksi.

Pemain baru yang penting mungkin masyarakat pertanian. Penggunaan residu tanaman, pupuk ternak dan rotasi pendek-intensif-budaya (SRIC) penanaman tumbuh cepat “kayu rumput” spesies pohon sebagai sumber bahan bakar dapat meningkatkan ekonomi pertanian sementara memecahkan beberapa masalah lingkungan yang paling keras di bidang pertanian hari ini. Dalam sistem SRIC, “kayu rumput” spesies dibudidayakan dan kemudian terkelupas di tempat untuk digunakan dalam produksi energi (dengan pembakaran) atau manufaktur produk kayu (komposit). Munculnya tanaman energi untuk produksi listrik adalah pasar pertanian baru. Namun, tanaman ini memberikan konservasi tanah dan manfaat pengelolaan hara tanah dan mungkin tidak kompatibel dengan program insentif konservasi pemerintah set-samping. Peningkatan pemanfaatan kayu-biomassa akan berdampak kelompok lainnya, termasuk arsitektur dan rekayasa perusahaan, konsultan, dan pengolahan dan penanganan vendor peralatan.

Penggunaan – serutan dan Tepung Kayu

Serutan dan serbuk gergaji mungkin reground menjadi tepung kayu, atau tepung kayu dapat pulih seperti ukuran “debu” bahan yang telah disaring dan dipisahkan. Tepung kayu memiliki pasar industri utama di industri pengisi, pengikat dan extender dalam produk industri seperti epoxy resin, pupuk, perekat, bahan penyerap, merasa atap, komponen lembam peledak, keramik, ubin lantai, produk pembersih, pengisi kayu, caulks dan putties, tanah Extenders dan array yang luas dari plastik. Beberapa tepung kayu seperti mesquite dapat digunakan dalam perasa dimakan untuk konsumsi manusia atau hewan peliharaan.

Serutan dan tepung kayu dapat dipasarkan untuk digunakan dalam produk kayu komposit dibentuk atau dilaminasi (misalnya, kursi toilet, meja) dalam bahan otomotif dan minyak dan air isolasi dan produk pemadatan untuk industri pengendalian lingkungan. Kegunaan lain termasuk pengisi, curah serutan, serbuk gergaji, babi bakar (serutan kulit kering), chip daging asap rokok, bahan bakar memasak barbeque dan log perapian komposit. Aplikasi lansekap meliputi taman bermain “pijakan,” berkuda arena dan lainnya “kayu tepi pijakan” (margin keamanan dan material jalan setapak) dan beberapa pameran dan tradeshow aplikasi
Saat ini, penggunaan utama dari serutan kayu kering diterjunkan adalah untuk kuda dan ternak tidur atau kecil aplikasi tempat tidur hewan peliharaan. Ini biasanya mengambil bentuk bahan aromatik dari timur cedar merah, lembut pinus ponderosa, klorofil pinus dan aspen. Dalam beberapa kasus, produk-produk kayu yang dicampur dengan “non-kayu” residu pertanian seperti tongkol jagung. Produk ini dapat dibuat untuk hewan peliharaan tertentu seperti anjing, kucing, hamster dan gerbil atau hewan kecil lainnya. Terkait produk mungkin termasuk liners kotak sampah, semua tisu alami, dan bau dan noda eliminator.

Cara Menghitung Kubikasi Kayu

Bagi anda yang berkecimpung dalam dunia perkayuan, pasti sangat penting bagi anda untuk mengetahui cara menghitung kubikasi kayu. Kubikasi kayu sendiri adalah nilai besaran volume yang ada pada kayu, dan nilai satuannya menggunakan meter kubik (M3). Dengan mengetahui nilai kubikasi dari sebuah kayu, maka kita juga dapat menafsir atau mengetahui harga kayu tersebut berdasarkan nilai kubikasinya.



Cara yang digunakan untuk menghitung kubikasi pada kayu log atau gelondong berbeda dengan cara untuk menghitung kubikasi kayu gergajian atau kayu yang sudah berbentuk papan. Hal ini dikarenakan secara fisik bentuk antara keduanya berbeda. Jadi masing-masing mempunyai rumus sendiri-sendiri untuk menghitung nilai kubikasinya.

Untuk cara menghitung kubikasi kayu log atau gelondong
rumus yang biasa digunakan adalah (P x D x D x 0,7854) : 10.000 = nilai kubikasi

Keterangan :

cara menghitung kubikasi kayu P adalah panjang kayu yang dinyatakan dalam satuan meter
D adalah diameter kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
Contoh kasus : Jika seseorang akan membeli sebuah kayu yang masih berupa gelondong dengan ukuran diameter 25 cm dan panjangnya 2 meter maka, jika menggunakan rumus di atas, nilai kubikasi yang terdapat pada kayu adalah (2 x 25 x 25 x 0,7854) : 10.000 = 0,098175 M3.

Jadi, besarnya nilai kubikasi pada satu gelondong kayu yang akan dibeli oleh orang tersebut sebesar 0,098175 atau hampir sepersepuluh kubik.

Nb: Nilai kubikasi kayu yang diperoleh dengan menggunakan rumus ini hampir sama (sedikit lebih rendah) dengan nilai kubikasi kayu yang ada pada tabel kubikasi kayu log perhutani. Atau jika anda tidak ingin capek-capek menghitung dengan menggunakan rumus, anda bisa melihat langsung pada tabel milik perhutani di tabel kubikasi perhutani.

Sedangkan untuk rumus atau cara menghitung kubikasi kayu gergajian atau papan
rumus yang digunakan adalah (T x L x P) : 10.000 = nilai kubikasi
Keterangan :

T adalah tebal papan kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
L adalah lebar papan kayu yang dihitung dalam satuan cm
P adalah panjang papan kayu yang dihitung dalam satuan meter
Contoh kasus : pada satu papan kayu dengan ukuran tebal 4 cm, lebar 25 cm dan panjang 2 meter, maka besarnya kubikasi pada papan kayu tersebut jika menggunakan rumus di atas adalah (4 x 25 x 2) : 10.000 = 0,02 M3 atau butuh 50 lembar papan untuk mencapai satu kubik.

Cara-cara menghitung kubikasi kayu di atas tidak hanya untuk jenis-jenis kayu tertentu melainkan bisa diterapkan pada semua jenis kayu komersial lainnya, seperti kayu jati, kayu sengon, kayu mindi, kayu mahoni dll.

Prosedur Pembuatan Kampas Rem dari Serbuk Kayu

Prosedur-prosedur pelaksanaan pembuatan kampas rem sepeda motor dengan penguat serabut kelapa dan serbuk kayu adalah sebagai berikut :

Persiapan alat dan bahan. Bahan meliputi bahan baku produk (serbuk kayu/tepung kayu, serbuk serbut kelapa, resin 208b, katalis, vaselin, lem besi, rem sepeda motor bekas yang sisa kampasnya telah dibersihkan) dan bahan cetakan (plat baja, timbangan badan, ulir baja, mur dan baut) serta katoda las. Peralatan meliputi alat mekanik (gergaji besi, palu, gerinda, mesin drill, dll), perangkat las busur listrik.

Pembuatan cetakan. Cetakan terdiri dari alat penekan dan cetakan produk. Alat penekan didesain dengan bentuk seperti alat penekan tambal ban yang bocor. Hanya saja, untuk ujung penekan dari alat penekan ini (mata penekan), digunakan rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas. Cetakan produk dibuat dari plat besi agar cukup kuat menerima pembebanan dari alat penekan. Dalam desain cetakan produk kampas rem, plat besi dibentuk mengikuti bentuk lengkungan kampas rem. Sehingga nantinya pas dengan ujung penekannya yaitu rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas.

 Prinsip kerjanya adalah bahan yang akan dicetak diberi tekanan yang besarnya tertentu dengan tujuan memperoleh persebaran partikel penguat dalam matriks yang lebih uniform sehingga didapatkan padatan kampas rem yang baik. Selain itu untuk menjaga agar kualitas bahan dari produk yang satu dengan yang lain sama maka penekanan harus sama besar.

Pencampuran bahan. Serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dihaluskan (diselep) dan disaring dengan saringan 50 mesh kemudian keduanya dicampur dengan perbandingan 40 : 60. (Serbuk kayu = 40 dan serbuk serabut kelapa = 60). Resin 208b (tak jenuh) dituangkan ke dalam gelas ukur dan dituang ke campuran serbuk kayu dan serabut kelapa dan diaduk hingga persebaran partikel merata. 

Fraksi volume campuran serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dalam resin adalah 40% atau dengan perbandingan 40 : 60. ( campuran serbuk kayu dan serabut kelapa = 40, resin = 60). Kemudian dituangkan katalis secukupnya, diaduk hinggá katalis menyebar merata, dan diaduk terus samapai dituang ke cetakan.

Pencetakan. Proses hasil dari pencampuran kemudian dituang secara merata ke dalam cetakan produk yang sebelumnya, permukaan bagian dalamnya telah diolesi vaseline secukupnya, kemudian sesegera mungkin diberi penekanan dengan alat penekan. Setelah itu bahan didiamkan selama beberapa waktu dengan maksud memberikan waktu bagi katalis untuk bereaksi dengan bahan. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya katalis yang ditambahkan pada bahan. Semakin banyak katalis dalam bahan semakin cepat reaksi terjadi sehingga semakin cepat bahan memadat.

Pengeluaran produk dari cetakan.

Kampas rem kemudian dilem dengan menggunakan lem besi dan dilekatkan dengan rem yang tidak berkampas yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Setelah dilekatkan, kampas rem dirapikan ketebalannya hingga sekiranya muat dengan ruang rem pada sepeda motor. Dalam proses ini dapat digunakan gerinda.

Potensi dan Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu

Kebutuhan manusia akan kayu sebagai bahan bangunan baik untuk keperluan konstruksi, dekorasi, maupun furniture terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Kebutuhan kayu untuk industri perkayuan di Indonesia diperkirakan sebesar 70 juta m3 per tahun dengan kenaikan rata-rata sebesar 14,2 % per tahun sedangkan produksi kayu bulat diperkirakan hanya sebesar 25 juta m3 per tahun, dengan demikian terjadi defisit sebesar 45 juta m3 (Priyono,2001). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya dukung hutan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan kayu.

Keadaan ini diperparah oleh adanya komversi hutan alam menjadi lahan pertanian, perladangan berpindah, kebakaran hutan, praktek pemanenan yang tidak efisen dan pengembangan infrastruktur yang diikuti oleh perambahan hutan. Kondisi ini menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain melalui konsep the whole tree utilization, disamping meningkatkan penggunaan bahan berlignoselulosa non kayu, dan pengembangan produk-produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu.

Patut disayangkan, sampai saat ini kegiatan pemanenan dan pengolahan kayu di Indonesia masih menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Purwanto dkk, (1994) menyatakan komposisi limbah pada kegiatan pemanenan dan industri pengolahan kayu adalah sebagai berikut :

Pada pemanenan kayu, limbah umumnya berbentuk kayu bulat, mencapai 66,16%
Pada industri penggergajian limbah kayu meliputi serbuk gergaji 10,6&. Sebetan 25,9% dan potongan 14,3%, dengan total limbah sebesar 50,8% dari jumlah bahan baku yang digubakan
Limbah pada industri kayu lapis meliputi limbah potongan 5,6%, serbuk gergaji 0,7%, sampah vinir basah 24,8%, sampah vinir kering 12,6% sisa kupasan 11,0% dan potongan tepi kayu lapis 6,3%. Total limbah kayu lapis ini sebesar 61,0% dari jumlah bahan baku yang digunakan.

Data Departemen Kehutanan dan Perkebunan tahun 1999/2000 menunjukkan bahwa produksi kayu lapis Indonesia mencapai 4,61 juta m3 sedangkan kayu gergajian mencapai 2,06 juta m3. Dengan asumsi limbah yang dihasilkan mencapai 61% maka diperkirakan limbah kayu yang dihasilkan mencapai lebih dari 5 juta m3 (BPS, 2000).

Limbah Serbuk Kayu

Limbah kayu berupa potongan log maupun sebetan telah dimanfaatkan sebagai inti papan blok dan bahan baku papan partikel. Adapun limbah berupa serbuk gergaji pemanfaatannya masih belum optimal.

Untuk industri besar dan terpadu, limbah serbuk kayu gergajian sudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara komersial. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang jumlahnya mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai contoh adalah pada industri penggergajian di Jambi yang berjumlah 150 buah yang kesemuanya terletak ditepi sungai Batanghari, limbah kayu gergajian yang dihasilkan dibuang ke tepi sungai tersebut sehingga terjadi proses pendangkalan dan pengecilan ruas sungai (Pari, 2002).

Pada industri pengolahan kayu sebagian limbah serbuk kayu biasanya digunakan sebagai bahan bakar tungku, atau dibakar begitu saja tanpa penggunaan yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan (Febrianto,1999). Dalam rangka efisiensi penggunaan kayu perlu diupayakan pemanfaatan serbuk kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Kegunaan Tepung Kayu lengket

Tepung kayu lengket atau wood flour merupakan salah satu bahan utama untuk pembuatan obat nyamuk bakar, dupa, campuran lem, campuran untuk fleksibilitas beton, dan juga digunakan sebagai bahan untuk kampas rem sepeda motor.

Selain untuk hal diatas, tepung kayu lengket juga akhir-akhir ini digunakan sebagai bahan campuran komposit resin untuk dibuat berbagai macam produk yang ramah lingkungan.

Pada pengolahan kayu di industri-industri perkayuan selain produk kayu dan kayu gergajian diperoleh pula limbah kayu berupa potongan kayu bulat (Log). Sayangnya limbah dalam bentuk serbuk gergaji belum dimanfaatkan secara optimal, terutama hanya untuk bahan bakar boiler atau dibakar tanpa pemanfaatan yang berarti dan menimbulkan masalah terhadap lingkungan.

Selain untuk hal diatas, tepung kayu lengket juga akhir-akhir ini digunakan sebagai bahan campuran komposit resin untuk dibuat berbagai macam produk yang ramah lingkungan.

Prospek Kegunaan Tepung Kayu Lengket

Di masa yang akan datang, biomassa tepung kayu diperkirakan akan menjadi salah satu bahan baku yang sangat populer untuk berbagai kebutuhan produksi.

Tepung kayu didefinisikan sebagai selulosa kayu halus-tanah, sering disebut “serat kayu”. Hal ini digunakan dalam pembuatan berbagai macam produk dari komposit decking eksterior / pagar untuk furniture kantor untuk roda kastor. Selanjutnya, jumlah kayu / aplikasi komposit plastik terus tumbuh secara signifikan. Memadukan tepung kayu kami dengan campuran resin plastik telah menghasilkan dalam penciptaan tahan lama, komposit tahan lama yang lebih murah dan ringan.

Kami baik-sadar bahwa setiap aplikasi menuntut sifat yang sedikit berbeda dari tepung kayu. Kami siap membantu Anda untuk membuat produk Anda sebaik mungkin. Kami di sini untuk memenuhi tantangan apapun sehingga Anda akan dapat secara konsisten mendapatkan produk yang tepat untuk kebutuhan Anda.

JUAL TEPUNG KAYU LENGKET

CV Delima Mas menyediakan “tepung kayu” dengan kualifikasi mesh sesuai pesanan anda, yang sudah diproses dengan mesin pengering sehingga menjamin tingkat kelembaban produk yang baik. Silahkan tekan tombol dibawah ini untuk menghubungi kami : 081399000193




Jual Serbuk Kayu Untuk Kebutuhan Anda

tepung_kayu_lengket_cv_fadilahJual Serbuk Kayu. Serbuk kayu atauwood flour merupakan salah satu bahan utama untuk pembuatan obat nyamuk bakar, dupa, campuran lem, campuran untuk fleksibilitas beton, dan juga digunakan sebagai bahan untuk kampas rem sepeda motor.

Selain untuk hal diatas, akhir-akhir ini juga digunakan sebagai bahan campuran komposit resin untuk dibuat berbagai macam produk yang ramah lingkungan.

Kami (CV Delima Mas) men Jual Serbuk Kayu sebagai bahan baku usaha industri anda yang ramah lingkungan. Tepung kayu sebagian besar dimanfaatkan untuk pembuatan obat nyamuk dan dupa, juga bisa di gunakan oleh pabrik yang memproduksi kampas rem pada kendaraan bermotor. (lihat kegunaan tepung kayu).

Tepung kayu dapat dibedakan menurut tingkat meshnya, semakin besar maka akan semakin halus. CV Delima Mas memiliki pabrik yang mampu memproduksi Tepung Kayu Lengket dengan mesh 80 dengan kondisi kering dan dalam kemasan zak. dari limbah pengolahan kayu dengan kualitas bagus dan sesuai pesanan anda.

CV Delima Mas menyediakan “tepung kayu dengan kualifikasi mesh sesuai pesanan anda, yang sudah diproses dengan mesin pengering sehingga menjamin tingkat kelembaban produk yang baik. Silahkan tekan tombol dibawah ini untuk menghubungi kami :

JUAL SERBUK KAYU
jual-serbuk-kayu-bahan-baku

Tepung kayu memiliki pasar industri utama di industri pengisi, pengikat dan extender dalam produk industri seperti epoxy resin, pupuk, perekat, bahan penyerap, campuran komposit atap, komponen lembam peledak, keramik, ubin lantai, produk pembersih, pengisi kayu, caulks dan putties.
Di masa yang akan datang, biomassa inidiperkirakan akan menjadi salah satu bahan baku yang sangat populer untuk berbagai kebutuhan produksi.
Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi kami dan kami tunggu pesanan anda.

3 Bentuk Aromaterapi

3 Bentuk Aromaterapi Femina
Yang banyak kita temukan di mal adalah aromaterapi berbentuk lilin dan dupa (incense stick dan incense cone). Ada pula yang berbentuk minyak esensial, tapi umumnya tidak murni, hanya beberapa persen saja. Di mana letak perbedaannya?

1.    Dupa
Dibuat dari bubuk akar yang dicampur minyak esensial grade III. Harganya murah, karena minyak yang dipakai bukan kualitas grade I. Karena memakainya adalah dengan cara dibakar, dupa akan menyebabkan masalah bagi orang yang memiliki penyakit asma, sinusitis, atau sedang batuk. 

2.    Lilin

Biasanya, lilin aromaterapi wanginya itu-itu saja, misalnya sandalwood dan lavender. Sebab, sejumlah minyak esensial tertentu membuat lilin sulit membeku. Bahan baku lilin itu kemudian dicampur dengan beberapa tetes minyak esensial grade III. 
Lilin yang bagus tak mudah meleleh dan asapnya tidak hitam. Untuk pembakaran, lilin membutuhkan oksigen, sementara saat olah napas kita juga memerlukan oksigen. Artinya, kita dan lilin akan berebut oksigen. Karena itu, jangan letakkan terlalu dekat dengan tubuh kita.

3.    Minyak esensial

Untuk membakarnya, kita memerlukan sebuah burner. Ada burner keramik yang menggunakan lilin sebagai sumber panas, ada yang menggunakan listrik. 
Jika takarannya tepat, aromaterapi  akan bertahan selama 2 jam. Tapi, kalau tanpa air sama sekali, 15 menit saja sudah mati. Kalau airnya habis, sementara minyaknya masih ada dalam mangkuk, api lilin akan menjilat keramik, sehingga menimbulkan asap hitam. 
Kalau iseng ingin mencampur-campur berbagai macam aroma? Boleh saja. Tidak ada efek yang fatal bagi kesehatan, kok. 

Perusahaan Pembuat Dupa Vietnam Aktif Mengekspor ke Indonesia

Guna memenuhi persyaratan pengajuan Angka Pengenal Impor (API), Fungsi Ekonomi KJRI HCMC pada 31 Juli 2013 telah melakukan peninjauan dan verifikasi perusahaan Duc Hoa Joint Stock., Co. Perusahaan ini membuat dupa dan berbagai kebutuhan ritual keagamaan lainnya.
Duc Hoa Joint Stock Co., selain memenuhi kebutuhan domestik, juga aktif melakukan ekspor produknya ke Indonesia, Singapura, Taiwan, Cina, Malaysia dan Thailand. Sebagai importir dan rekanan di Indonesia adalah CV. Jaya Usaha Mandiri di Medan, Sumatera Utara, merupakan perusahaan pengimpor produk dupa tersebut. Kerjasama antara perusahaan Indonesia dengan Vietnam tersebut telah dilakukan selama 5 (lima) tahun.



Dupa1.jpg


 
Duc Hoa Joint Stock Co., telah melakukan ekspor ke Indonesia sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun. Rata-rata volume ekspor mencapai 20 ton dan puncak permintaan untuk produk ritual keagamaan tersebut umumnya terjadi pada saat menjelang hari raya Imlek. Sementara itu, nilai kontrak jual-beli antara Duc Hoa dengan CV. Jaya Usaha Mandiri untuk periode pengiriman bulan Juni sampai Desember 2013 mencapai US$ 40.700,-. Dalam waktu dekat Duc Hoa juga akan mengekspor mesin produksi yang selama ini digunakannya ke Indonesia. Seluruh bahan baku dan mesin produksi yang digunakan untuk pembuatan dupa merupakan buatan lokal.

Kegiatan ke pabrik Duc Hoa Joint Stock Co  dilakukanuntuk menilai secara langsung eksistensi maupun kapasitas serta mekanisme kerjasama ekspor-impor antara kedua belah pihak. Selain itu, peninjauan juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kegiatan manipulasi dagang yang dapat merugikan citra dan hubungan kerjasama Indonesia-Vietnam.

 Dupa2.jpg

Staf Fungsi Ekonomi KJRI HCMC menggali keterangan mengenai produk dupa yang akan diekspor


Dalam menjalankan kegiatan operasional harian, Duc Hoa mempekerjakan 55 buruh kerja yang semuanya merupakan masyarakat sekitar dimana perusahaan berdomisili. Setelah beroperasi selama 10 (sepuluh) tahun dan seiring dengan meningkatnya produksi maka pihak perusahaan berencana untuk merelokasi pabrik dari lokasi saat ini ke lahan yang lebih luas di provinsi Long An.

Dari bentuk kegiatan dan proses usaha yang dilaksanakan perusahaan ini yaitu mengolah bahan baku lokal menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah, kelihatannya perlu didorong agar kegiatan atau proses produksi yang sama dapat dilakukan di Tanah Air. Untuk itu, perlu kiranya berita ini dapat menjadi masukan bermakna agar dapat digunakan memajukan kegiatan usaha dalam negeri. (Sumber: KJRI Ho Chi Minh City)

Apa Itu Dupa ?

Apa Itu Dupa ? ?

Asal Muasal Dupa diperkirakan dari kebiasaan umat Hindu/Budha di India/China. Seiring dengan imigrasi ke Asia Tenggara, terutama ke Indonesia, berpengaruh pada Agama sebagian besar penduduk di indonesia. Kerajaan Hindu Majapahit yang berkuasa mempunyai pengaruh besar di daerah Jawa – Bali.

Konon, Dupa di Bali berasal dari sabut kelapa yang dipilin-pilin menjadi tali lalu ditusuk dengan kayu/bambu seperti Sate/cilok. Mungkin karena sering mati dan asapnya terlau banyak,lambat laun bahan dupa diganti serbuk kayu seperti saat ini.

Biasan nya orang menamakannya dengan HIO, YOSHUA, DUPA. Dupa adalah suatu material yang mengeluarkan bau asap yang wangi. Fungsi dupa adalah sebagai alat upacara keagamaan umat Hindu, Budha, Konghucu dll.

Bentuk Dupa ada berbagai macam seperti: Bentuk Batang dari ukuran 11cm s/d 42cm, magic stick, bentuk kerucut, spiral, bentuk hewan,dll. Di indonesia bagian timur, produksi pembuatan dupa terpusat di daerah Malang Raya, Lumajang, Bali, Surabaya dan Semarang. Sebagian besar hasil produksinya dikirim ke bali dalam bentuk karung plastik {40kg). Dupa tsb masih dalam kondisi ½ jadi. Proses pewangian dan pembungkusan kecil dilakukan oleh orang bali sendiri.

Bahan Membuat Dupa



Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat DUPA :


1. Batang/Stick
Bahan utama batang dari bambu/pring petung, ori dll. Bambu ini dipotong sesuai ukuran favorite sbb 22cm, 29cm, 32cm, 38cm dan 42cm. Diameter dupa lokal 1,5 – 2mm kotak, sedang dupa import 1mm bulat. Sentral pembuatan batang ini banyak didapat di daerah pedesaan wagir, gunung kawi malang, ponorogo, trenggalek dll. Pembuatan nya masih menggunakan cara manual. Waktu pembuatannya juga seiring setelah aktivitas di sawah, dimusim tanam, cari rumput. Fluktuasi stok batang ini sangat tinggi.

2. Serbuk kayu
serbuk kayu ini berfungsi sebagai bahan pengisi/dagingan, biasanya dari kayu yang punya tingkat kekerasan tinggi seperti jati, bingjerai dll. Semakin halus serbuk ini dapat menghasilkan mutu dupa yang bagus.

3. Serbuk lengket
serbuk ini berfungsi untuk meletakkan serbuk kayu pada batang. Orang biasa menyebutnya Dasaran. Serbuk dasaran yang melekat pada batangharus kuat. Serbuk lengket ini berasal dari kayu sintok, kulit gembor, kayu teja. Serbuk ini jika dicampur air bisa mengeluarkan perekat yang sangat kuat. Ada yang bewarna putih dan cokelat.

4. Air
berfungsi sebagai sarana meletakkan serbuk lengket apad batang.


5. Serbuk batok
serbuk ini bahan untuk dapat membantu memperkeras permukaan dupa supaya lebih halus dan tidak bergelombang. Warnanya yang cokelat tua lebih memperindah penampilan dupa.

6. Calcium
bahan pembantu ini berfungsi membantu proses pembakaran dupa. Abu yang dihasilkan dengan memakai Calsium bisa bewarna putih.

7. Soda api
bahan pembantu ini dicampurkan di Tong air. Fungsinya untuk dapat membantu meningaktakan proses pembakaran batang dan daging dupa dengan baik dan tidak mudah padam bara apinya.

8. Parfum
bahan pewangi terdiri dari bahan kimia dan alami. Bahan kimia yang dipaki umumnya beraroma jasmine, sandal wood lavender, lotus. Sedangkan yang alami dari cendana, akar wangi, gaharu dll.

9. Plastik
bahan ini sebagai alat pembungkus dupa ukuran kecil sesuai konsumsi konsumen

10. Pewarna

Sukses berbisnis dupa herbal

Sukses berbisnis dupa herbal (1)
Kejelian melihat peluang bisnis menjadi kunci sukses seorang pengusaha. Ini pula yang terjadi pada I Made Dwija Nurjaya. Melihat tingginya permintaan dupa di Bali untuk kegiatan keagamaan, ia merintis karier di bisnis pembuatan dupa. Kini pria yang akrab disapa Dwija telah sukses menjadi produsen dupa di Bali di bawah bendera Dupa Ayur.
Selain untuk acara keagamaan, Dupa buatan Dwija ini juga cocok untuk aroma terapi, lantaran dupa buatannya terbuat dari bunga kenanga, kayu manis dan buah pala. Ia menjual mulai dari dupa galang kangin, dupa sandi kala, dupa mini hotri dan dupa jombo. Dwija mengklaim, dupa miliknya berbeda dari dupa lain yang mengandung potasium dan soda api. "Itu tidak baik untuk paru-paru,"Ă‚  ujar Dwija.
Lantaran berbahan baku herbal, ia berani menyebut dupa buatannya berkualitas baik dan lebih aman jika terhirup. Dwijaya bilang, dupa buatannya hampir sama dengan dupa impor dari India.
Usaha pembuatan dupa ini ia telah rintis sejak 2003. Dari tahun ke tahun, bisnisnya terus berkembang. Saban hari, Dwijaya bisa menghasilkan 20.000 hingga 25.000 batang dupa. Harga jual Dupa buatannya bervariasi, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 110.000 per bungkus berisi 10 dupa.
Pria kelahiran Bali 48 tahun silam ini mengklaim, dupa herbal berbahan rempah ini, sampai saat ini belum ada pesaingnya di Indonesia khususnya di Bali. Dwija juga tak merasa kesulitan karena seluruh bahan baku rempah yang ia gunakan berasal dari rempah-rempah asal Indonesia. "Indonesia kaya akan rempah. Tidak ada rempah-rempah yang harus ia impor," ujar pria lulusan Universitas Udayana jurusan ekonomi ini.
Saat ini, dupa Ayur menjadi dupa andalan yang di jual hampir di seluruh daerah di Bali. Bahkan, sering kali ia juga mengekspor dupa ke Malaysia hingga Vietnam. Tak heran, Dwijaya mampu meraup omzet hingga |Rp 200 juta dalam sebulan. Namun, bila sedang ada acara-acara khusus seperti perayaan upacara keagamaan, omzet jualannya bisa meningkat hingga Rp 250 juta per bulan.
Hingga tahun ini, Dupa Ayur sudah mampu menyaingi dupa buatan luar negeri. Asal tahu saja, Dwija bilang, dupa impor yang masuk ke Bali bisa mencapai 10 ton dalam sehari. "Warga Bali tak harus kalah dengan itu," tuturnya.
Maka dari itu, Dwija mencoba untuk menyaingi dupa impor dengan memperbarui kemasan agar lebih menarik. Dalam menjalankan usahanya ini, Dwija dibantu oleh istrinya. Kemudian, ia mulai mempekerjakan warga sekitar rumahnya yang tidak lagi memiliki pekerjaan.
Ketika mengawali bisnis ini, Dwija hanya dibantu oleh tiga orang karyawan, dengan produksi kurang dari 1.000 dupa. Saat ini Dwija telah memiliki 15 pekerja di tempatnya di Denpasar. Tak cuma itu, Diwja juga dibantu olehĂ‚  puluhan pekerja yang bekerja di rumah masing-masing. "Niat usaha ini hanya ingin bisa memberdayakan dan membantu ekonomi warga di sekitar tempat tinggal saya," ucap pria yang saat ini memiliki dua orang anak.

Getah Damar

Sumber Gambar: reza.
Di daerah Lampung Barat, tepatnya di Desa Krui, banyak terdapat perkebunan Damar. Damar adalah salah satu komoditi terbesar di daerah Lampung, bahkan terbesar di Indonesia. Pohon damar dapat dimanfaatkan kayu dan getahnya. Getahnya digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi berbagai produk seperti pernis, cat, tinta, kemenyan dan kosmetik. Getah ini juga banyak diekspor ke mancanegara seperti Bangladesh, India, Italia, Belgia, Pakistan, German dan Arab SaudiPenggunaan getah damar ini di masyarakat Indonesia pada umum nya dipakai sebagai wewangian dengan cara membakar langsung dengan menggunakan media arang yang dipergunakan pada upacara tertentu, dimana aroma wewangian yang dihasilkan cukup lembut ( tidak sekuat aroma kemenyan ), juga bagi beberapa produsen wewangian dipergunakan sebagai bahan campuran  dengan bebabagai macam jenis minyak  wangi tertentu sehingga diperoleh bentuk padat  wewangian. dimana kegunaan nya sama dipakai untuk pengharum ruangan atau acara ritual tertentu dengan dibakar melalui media arang.
Getah Damar

Damar  siap Jual
Getah damar ini sebelum dikirim kepedagang disortir lebih dulu,  ada yang puith ( kristal ) , kekuninbg2an, dan yang berwarna kemerah2an / kecoklat2an. Pada gambar yang atas  adalah damar yang banyak beredar dipasaran lokal dimana damar tersebut sudah disortir sehingga hanya ukuran tertentu saja, sedangkan untuk yang paling kecil disebut debu, biasanya untuk ukuran debu dipakai oleh pabrik2 untuk campuran. 
Disini kami menyediakan damar seperti pada gamnbar, dalam kemasan karung dengan berat : 25 kg dan 50 kg.

BISNIS DUPA

DAYU dengan DUPAnya

I. Berawal Dari Meniru.

Penduduk kota harus kreatif agar bisa memenuhi kebutuhan hidup, jika tidak kreatif maka akan menjadi pengangguran dan kaum miskin. Ini prinsip Dra. Ida Ayu Armapurnawati (44), sarjana pendidikan kelahiran Jembrana, yang tinggal di daerah Monang-Maning Denpasar. Dayu, demikian nama panggilannya, pernah mengalami krisis ekonomi dalam keluarganya. Penghasilan suami sebagai pedagang keliling barang konsumsi sehari-hari sangat pas-pasan. Kondisi ini mendorong Dayu untuk mencari solusi.

Dilihatnya ada salah satu barang yang dijual suaminya sangat laris, yaitu dupa. Dari inilah muncul ide membuat dupa untuk dijual oleh suami. Teknik membuat dupa pun didalaminya bersama suami sampai akhirnya bisa membuat dupa dengan kualitas yang mirip dengan produksi pabrik. Produk hasil meniru ini ternyata laku. Dari peristiwa tahun 2002 itu, Dayu yakin usaha ini akan maju karena dupa sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

II. Mengembangkan Usaha

Mengelola usaha ternyata sangat rumit, oleh karena itu Dayu ingin meningkatkan kemampuannya berwirausaha. Tahun 2007 Dayu mengikuti kegiatan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional (TKPMP) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Bali. Kegiatan ini mendidik pesertanya agar mampu berwirausaha.

Untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis oleh Dayu bersama suaminya, pemerintah saat itu memberi bantuan sarana usaha senilai Rp. 2,5 juta. Usaha dupa ini mulai meningkat secara bertahap, baik jumlah produksi, omzet maupun daerah pemasarannya. Sang suami pun berhenti berdagang keliling agar lebih serius berbisnis dupa. Perjuangan mereka tidak sia-sia. Dupa bermerek ”Cahaya Dewata” saat ini telah merambah Bali, Lombok, Sulawesi dan Lampung.

Usaha rumah tangga yang tergolong usaha sektor informal ini menyerap tenaga kerja dari tetangga sekitarnya yang memerlukan pekerjaan atau penghasilan tambahan. Sekitar 10 orang tetangga bekerja membungkus dupa ini dengan upah Rp. 300,-/bungkus. Produksi perusahaan mikro ini sekitar 500 bungkus/hari. Pekerja boleh membungkus dupa di rumah sendiri atau di rumah Dayu. Pembungkusan dupa di rumah Dayu hanya berlangsung di sore hari, karena pagi hari digunakan untuk mencelup dupa dengan aroma dan warna tertentu. Dayu membayar upah pembungkusan sekitar Rp. 4 juta/bulan.

Pada mulanya Dayu membuat dupa dari proses awal, mulai dari menyiapkan tangkai dupa (stick), mencampur bahan baku, dan seterusnya. Proses ini ternyata tidak ekonomis dan mengganggu kebersihan/kesehatan lingkungan karena Dayu tinggal di lingkungan padat penduduk. Strategi produksi lalu diubah dengan membeli dupa setengah jadi, baik produksi luar negeri (Cina atau Taiwan) maupun dalam negeri (Jawa Timur dan Bali).

Proses produksi dimulai dari pencelupan dupa dengan aroma tertentu, pengeringan, pembungkusan dan pemasaran. Jenis aroma dupa yang diproduksi antara lain aroma tulip, lotus, jempiring, jasmin (melati), pudak, jepun, musk, cempaka, cendana, madu, dan kresna. Dari berbagai aroma tersebut, dupa beraroma lotus (teratai) yang paling laris.

Dayu menyadari bahwa kesuksesan suatu usaha sangat ditentukan oleh aspek pemasaran. Oleh karena itu, pengusaha mikro alumnus TKPMP ini berupaya membina tenaga pemasarannya, baik yang di Denpasar maupun di daerah lainnya. Di Denpasar, Dayu memiliki dua orang pegawai tetap sebagai tenaga pemasaran yang dinilainya sudah andal. Beberapa orang yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil di Kota Denpasar juga ikut memasarkan dupa ini, tentu dengan sistim imbalan tertentu. Di daerah Bali, sekitar 20 orang terlibat memasarkan dupa ini.

Untuk menambah gairah kerja para tenaga pemasaran ini, mereka dibolehkan menjual dupa sedikit di atas harga yang ditentukan oleh Dayu. Dari berbagai daerah pemasaran, Kabupaten Buleleng dan Jembrana merupakan daerah yang paling banyak memesan. Omzet untuk dua kabupaten ini mencapai Rp. 15 juta per bulan, sedangkan daerah lainnya hanya sekitar Rp. 4 juta. Mengenai permodalan, pengusaha mikro ini mengandalkan kredit usaha dari Bank Rakyat Indonesia. Penggunaan kredit ini tentu sudah dipertimbangkan secara matang.


III. Masalah Itu Ibarat Pupuk.

Dayu optimis usahanya akan berkembang dengan baik, walaupun permasalahan bisnis selalu terjadi. Persaingan bisnis dupa cukup ketat karena perusahaan dupa sangat banyak. Oleh karena itu, Dayu pun menjaga kualitas produknya dengan baik. Dia menyadari bahwa menjaga kualitas produk merupakan hal yang sangat penting dalam berbisnis. Jika konsumen kecewa dengan kualitas produknya, maka kerugian pasti terjadi. Berita tentang jeleknya kualitas suatu barang sangat cepat menyebar.

Tertipu atau dikecewakan oleh konsumen atau pelanggan, bahkan oleh pegawai sendiri pun pernah dialaminya. Suatu ketika, pegawai yang dipercayainya memegang resep rahasia ramuan dupa tiba-tiba minta berhenti dan akhirnya ketahuan yang bersangkutan mendirikan usaha dupa sendiri. Tetapi kejadian itu tidak menyurutkan semangatnya berwirausaha. Supaya tidak terlalu kecewa, dia menganggap kejadian itu sebagai pupuk yang akan membuat usahanya semakin subur. Berbagai masalah yang dialaminya itu menjadikan Dayu semakin matang dalam berwirausaha. Teknik pemasaran semakin disempurnakan dan resep pencelupan dupa dijaga ketat.

Pengusaha mikro ini telah berupaya agar harmonis dengan lingkungannya. Di samping menyerap tenaga kerja dari lingkungan, Dayu selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan seperti yang disarankan oleh pembinanya. Sampah memang tidak banyak karena usaha ini tidak membuat dupa dari proses awal, melainkan hanya mencelup dengan aroma tertentu.

IV. Prospek Usaha

Dayu meyakini prospek usaha dupa ini akan tetap cerah di masa depan. Untuk itu, dia rajin mengamati perkembangan model dupa supaya bisa mengikuti selera pasar. Berbagai bentuk dupa mulai dari yang pendek kecil hingga yang besar panjang telah disediakannya. Dayu pun menjaga kontinuitas ketersediaan bahan baku demi kestabilan harga jual dan tingkat keuntungan. Hal ini sangat penting diperhatikan oleh pengusaha mikro mengingat ketatnya persaingan dan terjadinya fluktuasi harga.

Untuk pengembangan usaha, Dayu sedang berupaya mencari tempat usaha yang lebih luas. Hal ini masih terkendala oleh terbatasnya kemampuan berinvestasi. Dayu ingin menjadi pengusaha besar dengan banyak tenaga kerja agar pengangguran makin berkurang. Oleh karena itu, pemerintah diharapkannya tetap membina usahanya.

Tips Membuat Dupa Dengan Kayu Gaharu

 Gaharu – Telah disebutkan dari bebagai atikel sebelumnya tentang manfaat dan tingginya nilai ekonomis yang terkadung dari pohon gaharu. Berbagai olahan yang dihasilkdan dengan memanfaatkan kayu gaharu pun terbilang banyak dan bervariasi untuk masalah harganya.

Berikut ini manfaat dari kayu gaharu dan cara pengolahannya yang bisa anda lakukan sendiri.

1. manfaat kayu gaharu menjadi bahan baku dupa, proses pembuatan sebagai berikut ini :

Pertama, Campur bahan kayau gaharu kemedangan bawah/serbuk hasil sulingan/ekstrak dgn abu lengket.
Kedua, Tambahkan air c. Cetak dan jemur/dioven
Ketiga, Masukkan  aroma sesuai dgn yg dikehendaki ( ada juga produsen yg memakai serbuk kayu Jelutung dan sejenisnya dicampur dgn serbuk gaharu dgn cara yg sama)

2. manfaat kayu gaharu untuk pembuatan minyak gaharu, tuk pembuatan minyak gaharu sendiri prosesnya sebagai berikut :

untuk pemilhan bahan baku yg dipakai adalah jenis kemedangan.
Pertama, Giling halus bahan kayu gaharu berbentuk Chips
Kedua, Rendam  gilingan yg telah halus selam ± 7 hari
Ketiga, kemudian Destilasi sehingga di peroleh minyak gaharu kwalitas pertama
Keempat, Serbuk gaharu yg sudah didestilasi, jemur kembali e. Destilasi ulang sehingga didapat sulingan sampai berkali penyulingan yg masing-masing hasil penyulingan berbeda kwalitasnya.

Dupa dan Hio

Warna dupa dari hio tersebut tergantung dari bahan baku yang dipakai karena pada dasarnya bahan dupa terutama terdiri dari serbuk kayu jati yang dihaluskan sebagai bahan dasar dan perekat dari tepung tapioka yang di campur dengan parfum dan pewarna (untuk dupa kualitas rendah) atau bahan ramuan kayu wangi dan rempah alami (gubal kayu gaharu, cendana, kulit langsat yang dikeringkan, kayu cedar - cemara merah, kayu manis, serbuk bunga yang dikeringkan, kulit jeruk dan kayu aromatik lainnya) dan resin wangi alami seperti kemenyan, getah damar wangi, getrah gaharu pekat, kesturi (kelenjar wangi dari hewan semacam musang dan menjangan), dan onem (bagian dari penutup siput laut) untuk hio berkualitas bagus dan mahal harganya.

Khusus untuk hio kualitas rendah (walau tak selalu murah harganya), sering di celup dalam pewarna untuk menambah penampilan dan daya jual (dupa India memakai resin petroleum dan getah serta parfum yang menimbulkan sesak napas dan batuk).

Hio berkualitas tinggi wajarnya tidak dicelup sepuhan pewarna karena akan merubah aroma asli dupa. Dupa yang di celup biasanya diberi parfum pewangi yang berbau keras menyengat, sedangkan ciri dupa berkualitas tinggi, harumnya tidak keras, tidak menimbulkan rasa sesak dan batuk, tetapi harumnya yang halus dapat bertahan lama dan menempel serta dapat tercium dari jarak yang jauh sekali. Dupa berkualitas tinggi biasa juga dipakai untuk terapi aroma.

Ditradisi lain seperti di Jepang, Korea, India, Bali dupa dibuat berwarna-warni tanpa ada signifikan arti tertentu.

Dupa Wangi Laksmi Dewi

Dupa dan Aromatherapy

Dupa dan aromaterapi ini saling berkaitan tidak seperti yang lain. Sejak zaman dahulu, orang menganggap penting untuk membakar korban untuk membersihkan bau, untuk membawa energi positif dan menciptakan suasana yang menyegarkan dan menyenangkan. nenek moyang kami menggunakan alam tumbuh-tumbuhan, resin dan gusi sebagai dupa selama acara agama atau ritual dan upacara. Meskipun membakar dupa yang lebih umum hari ini, sebagian besar dupa dibakar barang sintetis, terbuat dari wewangian kimia dari minyak esensial alami atau resin. Satu dapat membuat dupa alami di rumah dengan menggunakan minyak aromaterapi penting. Artikel ini akan menguraikan secara rinci tentang cara membuat dupa menggunakan minyak tanaman. 

Bentuk dupa yang tersedia: Ini tidak berarti bahwa dahulu hanya digunakan minyak esensial untuk membuat dupa. Bahkan produsen dupa kami menggunakannya untuk aroma yang lebih baik. Tapi masalahnya adalah, kebanyakan dari dupa hari seperti saat batang banyak mengandung bahan sintetis. Lengkap tanpa barang alam, dupa batang sintetik mungkin memancarkan unsur-unsur beracun di atmosfer, dan perlahan-lahan berubah merugikan kesehatan kita.

Dupa: Dupa stick adalah bentuk yang paling umum dupa. Mereka dapat mencelupkan atau linting tangan, tergantung pada pabrik dan tempat produksi mereka. mencelupkan batang dupa terdiri dari batang kayu tipis yang mempunyai powder coating terbakar arang atau kayu. Ini tongkat ini kemudian dicelupkan minyak esensial aromatik dan kering untuk digunakan. dupa linting tangan tongkat yang populer di negara-negara seperti India dan lebih alami dibandingkan dengan yang dicelupkan. 

Dupa kerucut: Ini adalah hal komersial tersedia dan banyak mengandung sintetis. Namun, Anda dapat menggunakan minyak esensial untuk membuat kerucut dupa alami. Bahan dasar termasuk kombinasi dari zat tumbuhan bubuk, item aromatik seperti resin, gusi bubuk dll dan mudah terbakar. 

item dupa lain: Smudge tongkat yang digunakan oleh penduduk asli Amerika menggunakan sage putih dan membuat batang panjang dari mereka. Kemudian, mereka bundel mereka dan membakar mereka bersama-sama. Kebanyakan noda tongkat terbuat dari produk tumbuhan seperti Sweet Rumput, Juniper Berries dll dupa item lain yang penting adalah Jepang 'Koh'.

 Ini adalah setara dengan spaghetti dalam struktur dan bentuk dan terbuat dari bubuk kayu, tumbuh-tumbuhan, resin dan minyak esensial. resin aromatik alami seperti Kemenyan, Mur, Opoponax dan Dragon's Blood dapat dibakar sendiri sebagai dupa. Woods seperti Aloeswood, cendana dan Cedarwood juga dapat dibakar sendiri, dengan chip, kayu atau resin.

Imlek Berkah Bagi Ratusan Perajin Lidi Dupa di Ponorogo

Berkah tahun baru Imlek yang jatuh pada 10 Pebruari 2013, tidak hanya dirasakan kaum Tionghoa (Cina) yang merayakan. Akan tetapi, menjelang pergantian tahun baru ini, juga menjadi berkah emas tersendiri bagi ratusan perajin lidi (biting) dupa hio yang ada di sentra kerajinan lidi Desa Sriti, Desa Temon, Desa Tumpak Pelem, serta Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Ini menyusul sejak sebulan menjelang Imlek, harga lidi produksi mereka harganya naik 35 persen yakni dari Rp 2.200 per kilogram, kini naik menjadi Rp 3.000 per kilogram.
Karena itulah, ratusan perajin lidi di wilayah perbatasan Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo dan Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek ini, setiap hari sibuk menyelesaika pesanan lidi dupa hio yang biasanya berwarna merah itu.
Apalagi, hasil produksi mereka, tidak hanya untuk kalangan pemesan asal Karasidenan Madiun, akan tetapi juga sampai Semarang, Jakarta, Bali, serta impor ke Negara Cina.
Sentra industri lidi itu, tidak hanya sejak kali ini. Akan tetapi, sudah digeluti secara turun temurun sejak Tahun 1990 silam atau sejak harga lidi dupa hio masih dihargai Rp 500 sampai Rp 600 per kilogram. Warga semakin bersemangat mengembangkan usaha ini, karena mampu mendongkrak perekonomian warga serta mampu menyekolahkan anak-anak mereka dari usaha kerajinan lidi itu.
Salah seorang perajin lidi dupa hio, Subandi (40) warga RT 04, RW 04, Dusun Tawang, Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo mengaku sudah menemuki usaha ini sejak Tahun 1990 lalu. Baginya berkah menjadi perajin lidi bukan hanya dirasakan saat hendak menjelang Tahun Baru Imlek. Akan tetapi, hampir dirasakan setiap hari. Namun sejak sebulan menjelang Tahun Baru Imlek harga lidi dupa hio naik 35 persen dari sebelumnya seharga Rp 2.200 per kilogram kini dihargai tengkulak dan pengepul Rp 3.000 per kilogram.
"Meski setiap rumah menjadi perajin lidi dupa, tidak akan kekurangan bahan baku karena pengepul juga menyediakan bahan baku. Bambu per batang Rp 6.000 sampai Rp 7.000, jika kami kerjakan menjadi lidi dupa akan menjadi skeitar 15 kilogram lidi. Oleh karenanya saat permintaan naik dan harga naik, kami semakin bersemagat memproduksi," terangnya kepada Surya, Kamis (7/2/2013).
Selain itu, Subandi menjelaskan jika mampu menyekolahkan ketiga anaknya, membeli motor dan lain sebagianya merupakan hasil kerajinan lidi dupa. Jika mengandalkan berkebun dan ke sawah yang masa tanam padinya setiap setahun sekali, dia mengaku tak bakal mampu menyekolahkan ketiga anaknya.
"Jika butuh uang membayar sekolah sewaktu-waktu masih bisa dijualkan lidi dupa 10 sampai 20 kilogram sesuai kebutuha kami," paparnya.
Hal senada disampaikan pasangan suami istri Sujarno (40) dan Jemitri (35) warga RT 01, RW 01, Dusun Dasri, Desa Sriti. Meski sudah memiliki toko klontong di rumahnya, mereka berdua masih tetap menekuni usaha kerajinan lid dupa ini sejak tahun 1991 silam.
Pasangan suami istri ini setiap harinya dibantu orangtuanya, Giyem (60) serta anaknya sepulang sekolah. Menurut Sujaro kendala dalam produksi lidi dupa adalah kurangnya peralatan yang bisa membantu mempercepat hasil penghalusan lidi dupa.
Bahkan Sujarno dan ratusan perajian lainnya, dulu membersihkan rautan lidi hanya menggunakan kaki denga cara lidi diinjak-injak dengan kaki. Namun, sekarAng sudah mulai membuat alat untuk membersihkan serabut bambu dengan mesin diesel berbahan bakar bensin.
"Karena tak ada bantuan dari Pemkab Ponorogo, kami merakit mesin penghalus lidi ini dengan modal Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. Tidak hanya kami, bantuan alat dan permodalan tidak pernah turun di empat desa sentra kerajinan lidi ini. Kami mampu memenui pesanan Negara Cina, Pulau Bali, Jakarta, Semarang dan Surabaya tetapi Pemkab Ponorogo tidak pernah menengok kami," paparnya.
Sementara Jemitri menambahkan setiap bahan baku berupa bambu datang, pihaknya sellau mengambil bahan bambu minimal Rp 400.000. Namun, tidak sampai sebulan, saat sudah menjadi lidi dupa, mampu menghasilkan uang sekitar Rp 1 juta lebih.

Winie Kaori, Harum Bisnis Semerbak Dupa

Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota, S.E.
THE POWER OF BALINESE WOMAN IN LOCAL INCENSE INDUSTRY

IMG_3703
Sebuah keputusan besar telah diambil oleh Ibu muda Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota, S.E. untuk mendirikan sebuah usaha dupa yang lantas terkenal dengan sebutan Dupa Kaori. Berbagai terobosan dan inovasi pun mengantarkan produk Dupa Kaori sebagai salah satu yang diperhitungkan dalam industri dupa lokal di Bali. Salah satu produk dupa uniknya berlabelkan “dipasupati” justru menjadi sebuah daya tarik tersendiri, disamping kegunaannya yang sangat positif bagi masyarakat Hindu Bali. Sama halnya dengan sektor bisnis lainnya, bisnis dupa pun memiliki lika-liku perjalanannya sendiri. Wanita lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini mengawali bisnisnya dari sebuah home industry dengan skala nol sampai akhirnya sukses mengibarkan brand Kaori sebagai spesialisasi dupa di Bali. Mantan Jegeg Bali 2005 yang kini juga disibukkan sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ini berbagi pengalamannya perihal bisnis dupa serta beragam hobinya yang menarik perhatian. Kepada Putra Adnyana reporter ‘Money & I’, Kaori pun blak-blakkan mengupas habis bisnis dupa serta passionnya di bidang lain.

Bagaimana ide bisnis dupa Kaori ini berawal? Kenapa Dupa?
Bisnis ini dimulai dari tahun 2009. Awalnya malah berasal dari bisnis kecil-kecilan di garasi rumah. Ide dupa ini muncul dari hobi saya yang suka sembahyang, hahahahaa…! Pengalaman saya di keluarga saya, barangkali seluruh keluarga Hindu di Bali yang sering bersentuhan dengan kegiatan keagamaan, dimana dupa menjadi salah satu sarana prasarana yang wajib diadakan. Dimana-mana kalau sembahyang pasti selalu bawa dupa. Enggak afdol kalau sembahyang gak ngidupin dupa. Tapi masalah yang kemudian saya temukan, kok dupa yang sudah dihidupkan cepat sekali habis. Dari sana saya ingin membuat sesuatu yang berbeda. Kelengkapan dupa dalam sebuah persembahyangan umat Hindu itu penting adanya.
Bagaimana jatuh bangun mengawali usaha dupa Kaori ini?
Awalnya saya tak ingin menunda-nunda untuk bikin usaha ini. Saya nekat dengan modal 500 ribu rupiah, saya membeli bahan-bahan untuk membuat dupa. Saya lakukan semua di garasi rumah saya. Dengan modal 500 ribu itu saya bisa membuat 850 bungkus dupa. Ya nggak balik modal sih, karena saya malah membagi-bagikannya kepada orang-orang di dekat rumah sebagai promosi awal. Tapi dari modal 500 ribu itu saya punya bayangan biaya produksi, harga jual dan jumlah keuntungannya. Inilah seninya jadi pengusaha, bisa mengatur sendiri harga jual produknya. Selain itu memberikan banyak pengalaman melalui trial and errorsemacam ini, membuat saya belajar banyak tentang bisnis. Terutama mengenai bisnis dupa. Saya banyak mengamati trik marketing produk-produk dupa lainnya.
Lantas siapa yang mendorong Ibu untuk fokus terjun ke bisnis dupa ?
Saya sih sering berunding dan minta pendapat dengan suami saya tentang bagaimana kalau kita bisnis dupa saja. Suami pun mendukung. Pertimbangan kami sih karena kebutuhan dan permintaan terhadap dupa di Bali itu sendiri bisa mencapai berton-ton lebih. Apalagi di lihat dari jumlah penduduk Bali yang hampir 3,5 juta jiwa. Kalau satu hari saja satu orang bisa memakai 10 batang dupa, bayangkan berapa ton dupa yang didatangkan ke Bali. Bahkan saya melihat fenomena di pasar banyak dupa yang berasal dari luar Bali, seperti dupa Cina, Jawa dan India. Rasanya aneh kalau kita orang Bali masih bergantung dengan orang luar dalam memproduksi dupa. Bagi saya bisnis dupa ini tak profit oriented, jadi masih ada unsur Yadnya didalamnya. Apalagi produksi dupa ini bisa dilakukan secara handmade, tidak menggunakan mesin.
Bisa diberikan bayangan bagaimana proses pembuatan dupa secara handmade ?
Kalau dikerjakan sendiri itu biasanya dengan cara di giling sehingga terbentuklah dupa. Bahan-bahannya berupa madu dan bahan Cendana. Sekarang dupa itu macamnya banyak, ada yg import, lokal, khusus aromaterapi. Nah disinilah kita harus tahu produk kita arahnya mau kemana.
Pabriknya dimana ?
Dupa Kaori pabriknya di Ubud. Hanya saja ada yang beberapa di kerjakan di Singaraja seperti dalam hal pengemasan barang. Proses produksi sepeti memilah-milah bahan hingga mencelupkan dupa dilakukan di Ubud. Kalau di Denpasar hanya kantor pemasarannya saja.
Lalu bagaimana Kaori bersaing dengan dupa-dupa lainnya di Bali ?
Wah, kalau boleh jujur sebelum produk dupa Pasupati Kaori, dupa kami itu kalah saing dengan dupa-dupa di pasaran. Pesaing dupa di pasaran cukup banyak. Terutama dari segi harga kami kalah saing. Di pasaran justru orang-orang banyak beli dupa kiloan biar mendapatkan harga yang murah tapi mereka tidak tahu kalau harum dupa itu tak bertahan cukup lama. Produsen-produsen dupa sekarang pintar mengakali. Ada beberapa dari mereka hanya menyemprotkan wewangian di bungkusan dupanya saja, agar dupa terkesan harum.
Jadi Pasupati Kaori itu produk unggulan Anda? Kenapa bisa terpikirkan untuk membuat dupa Pasupati?
Bisa dibilang begitu. Sederhana saja, ini berawal dari pengalaman anak saya. Waktu kecil dia seringkali menangis tanpa alasan yang jelas. Maunya saya cek dia ke dokter, tapi karena tak ada tanda-tanda sakit jadi saya batalkan niat itu. Bertanyalah saya dengan instruktur yoga saya. Ia pun menyarankan saya untuk menyalakan sebelas batang dupa di depan rumah sebelah kiri. Saya ikuti saran beliau. Kemudian beliau transfer energi, tak lebih dari 15 menit anak saya tak menangis lagi. Nah lantas saya kepikiran begini, bagaimana kalau ada kejadian yang serupa menimpa ibu-ibu lainnya, pasti mereka kebingungan. Untuk itu saya mendiskusikan hal tersebut dengan instruktur-instruktur yoga saya tersebut. Apakah bisa saya membuat dupa yang sudah dipasupati untuk menghalau energi negatif.
IMG_3729Dipasupati itu maksudnya bagaimana?
Pasupati itu maksudnya memberi mantra-mantra gaib pada setiap dupa. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami pun di ijinkan untuk menyebarluaskan produk kami ini. Ternyata respon masyarakat lumayan. Mereka pun membuktikan sendiri saat menyalakan 11 batang dupa Pasupati ini, anak mereka pun jarang menangis lagi. Dupa ini mampu menghalau aura negatif yang datang dari luar. Sederhananya, dupa ini sebagai sarana keselamatan. Dupa Pasupati Kaori ini pun kami pisahkan dari dupa-dupa Kaori yang lain dan kami beri tanda gelang Tridatu.
Apakah sebelumnya produk Dupa Pasupati sejenis sudah ada yang memproduksi di pasaran ?
Sepengetahuan saya sih belum. Baru semenjak dupa Pasupati Kaori berada di pasaran, muncullah dupa-dupa pasupati lainnya. Jadi kami istilahnya jadi trendsetter. Tapi selagi persaingannya sehat, tidak masalah bagi kami untuk menghadapi produk-produk yang sejenis dengan dupa Pasupati Kaori.
Berapa banyak karyawan yang Anda miliki untuk memproduksi Dupa Kaori ?
Kami mendayagunakan tenaga ibu-ibu yang ada di desa Ubud dan Singaraja untuk membantu proses produksi secara homemade. Kita ada 110 tenaga kerja yang terlibat dalam produksi ini.
Bagaimana bentuk promosi dupa Kaori ?
Kita membuka agen di setiap Kabupaten di Bali, memasang iklan di radio-radio sekaligus kami membuattalkshow yang menghadirkan praktisi yoga perihal dupa pasupati. Talkshow ini juga ampuh untuk lebih mendekatkan kami dengan pelanggan. Di talkshow tersebut mereka bisa sharing pengalaman memakai dupa Kaori. Oh ya, kami juga sempat mengadakan acara gebrak pasar, seperti pasar Gianyar, Kumbasari hingga pasar Kidul Bangli. Nah saat kami ke pasar Kumbasari, ada seorang ibu yang menghampiri saya dan memberikan testimoni tentang pengalamannya memakai dupa Kaori.
Dalam hal promosi tidak ada kesulitan?
Awalnya cukup mendapat kesulitan, karena Kaori juga tergolong pendatang baru dalam bisnis dupa, sehingga perlu waktu untuk branding produk kami agar dikenal oleh masyarakat luas. Perlu semacam trik-trik atau strategi khusus untuk membuat mereka langsung ingat Kaori kalau mau beli dupa pasupati. Kurang lebih dua tahun lah untuk branding.
Kendala berbinis dupa sejauh ini?
Sejauh ini kami masih banyak kendala dalam hal pengadaan bahan-bahan produksi. Terutama bahan-bahan lokal sangat susah ditemukan di pasaran seperti salah satunya kayu Cendana. Justru kalau dupa yang bahan dasarnya seperti serbuk kayu dan prosesnya menggunakan mesin, malah jarang muncul kendala. Oh ya kami ingin menekankan kalau dupa kami melalui dua proses produksi yakni ada yang diproses mesin danhandmade. Produksi dupa secara handmade dengan bahan-bahan lokal yang berkualitas sehingga membuat harga produksinya membengkak dan dijual pun akan lebih mahal.
Apakah dupa-dupa Kaori hanya dijual di Bali ?
Tidak, kami juga menjual ke Jawa, Lombok, Sumatra, Sulawesi, Lampung dan Kalimantan. Disana sudah dipersiapkan agen-agennya.
Adakah produk unik lainnya yang dikeluarkan Kaori?
Kami juga merambah ke dunia pengobatan melalui air pasupati Kaori. Kami bekerjasama dengan perusahaan minum Nonmin, dimana untuk proses pasupatinya dikerjakan oleh Kaori. Ya ini produknya terbatas. Air ini bisa dipercikkan atau diminum oleh orang yang bersangkutan, agar terhindar dari penyakit dan aura negatif lainnya.
Apakah keluarga Anda memiliki latar belakang bisnis? Mengapa Anda bisa kepincut di jalur bisnis?
Saya sebenarnya dari keluarga seniman, ibu penari dan bapak pelukis. Saya terinspirasi dari semangat ibu saya yang single parent, tapi mampu mencukupi kebutuhan keluarga dengan memiliki usaha eksportir wig. Saya juga banyak belajar bisnis dari Ibu saya. Ini juga yang membuat saya bercita-cita untuk bisa memberdayakan banyak orang dalam usaha saya. Tapi awalnya belum tercetus mau bikin usaha apa. Sampai akhirnya mau masuk kuliah, saya pun membuka usaha kecil-kecilan seperti jualan boneka dan aksesoris yang targetnya anak-anak sekolahan di Ubud. Saya pun membuat 5 toko aksesoris di Ubud, namanya Toko Cinta. Sampai saat ini pun toko-toko tersebut masih beroperasi.
Apakah darah seniman juga mengalir di tubuh Anda?
Ya, saya itu hobi menari dan dulunya seorang penari di Ubud. Saya dulu sering nari di Puri Ubud
Bagaimana Anda tetap bisa mengeksiskan hobi menari tersebut ditengah kesibukan sebagai pebisnis ?
Demi merawat kecintaan saya terhadap seni tari dengan membuka sebuah sanggar tari di Ubud namanya Sanggar Yuhura. Ini didirikan 3 Oktober 2011 lalu dan suami saya mendukung penuh ide saya tersebut. Hanya berbekal gong, saya pun menjalankan sanggar tari ini. Sampai akhirnya pada April 2012 lalu sanggar ini sempat ditawari pentas di Malaysia.
Anda juga punya usaha butik Kaori Luxurious, bagaimana bisa tercetus ide berbisnis di bidang fashion ?
Saya juga punya hobi ngoleksi tas. Banyak teman-teman bertanya di mana saya membeli tas-tas tersebut. Saya juga suka membuat desain busana Endek sendiri. Dari sanalah saya punya keberanian untuk membuat butik Kaori Luxurious ini. Di sini, saya juga menjual sepatu, sandal, dan aneka aksesoris wanita lainnya.
Berarti Anda punya hobi shopping juga dong?
Duh daripada uangnya di buat shopping, mending saya tabung buat beli bahan baku dupa. Hehehe…!
Anda cenderung menyukai model tas seperti apa? Harus bermerk kah?
Saya malah lebih suka beli tas daur ulang. Nggak kalah kok dengan kualitas tas impor dan bermerk.
Bagaimana membagi waktu dengan keluarga?
Kalau weekend , saya fokus untuk keluarga. Tidak mau memikirkan pekerjaan. Ya biasanya saya dan keluarga senang menghabiskan liburan ke desa atau mengunjungi kebun binatang.
Pernah punya cita-cita selain jadi pengusaha?
Sempat ingin menjadi pegawai bank. Pernah saya magang di bank demi tugas KPL kuliah. Tapi kemudian saya berubah pikiran, ternyata kerja di bank lebih ribet. Ya kayaknya memang enak kalau bisa berwirausaha sendiri seperti sekarang.
Anda Jegeg Bali 2005, mengapa Anda tertarik mengikuti ajang tersebut ?
Kebetulan saat kuliah di Unud, saya diajak teman untuk ikutan ajang Jegeg Bagus. Jadi ya iseng-iseng aja ikut. Ajang ini juga memberikan banyak wawasan untuk menjadi seorang duta wisata Bali. Ajang ini memberikan banyak motivasi dan kepercayaan diri lebih pada saya. Melalui Jegeg Bali, saya bisa mempromosikan Bali hingga ke Thailand. Di sana saya melihat kalau Bali benar-benar disanjung dan punya kesan yang luar biasa. Beda kalau kita melihatnya di dalam Bali sendiri, mungkin kesannya biasa-biasa saja ya.
Sejak kapan Anda tertarik untuk Yoga?
Saya sejak SMA sudah diperkenalkan aktivitas Yoga Tantra. Biasanya setelah selesai sembahyang, saya melakukan yoga untuk mendapatkan ketenangan. Saat itu ada teman yang mengajak saya untuk ikutan yoga dan bertemu instruktur khusus. Awalnya memang susah konsentrasi, tapi sekarang sudah lebih bisa fokus. Saya yoga setiap hari, kalau nggak yoga ngerasa ada yang kurang.